AJUDAN OH AJUDAN

Bismillah, semoga tulisan ini memberi manfaat kepada kita semua (terutama yang mau atau sedang menjadi Ajudan alias ADC).

Kata Ajudan lekat kaitannya dengan “Pimpinan”, “Protokol”, dan Pelaksaan Tugas Instansi atau Kenegaraan. Identik dengan petugas berpakaian rapih, fisik tegap tampan dan cantik, terkadang ada yang murah senyum, ada yang lempeng kalem, atau ada beberapa yang (sok) cool. Allahualam

– – – – – – –

Sebelum kita berbincang lebih jauh, baiknya kita mengetahui makna Ajudan / ADC dalam KBBI dan Wikipedia :

Aide-de-camp (UK [ˌeid.dəˈkɑ̃ː] atau US /-ˈkæmp/;[1] ekspresi bahasa Prancis yang artinya tukang bantu dalam kamp [militer]) adalah seorang asisten pribadi atau sekretaris dari seseorang berpangkat tinggi, biasanya pejabat pemerintahan, polisi atau anggota militer senior, seorang anggota keluarga kerajaan, atau seorang kepala negara. Ini tidak sama dengan ajudan, yang merupakan pengurus senior dari sebuah unit militer. Aide-de-camp pertama biasanya merupakan tukang bantu pribadi paling terdepan.

Di beberapa negara, aide-de-camp dianggap menjadi sebuah gelar kehormatan (dengan penyingkatan huruf pasca-nominal ADC atau Ade C), dan memegang fungsi-fungsi seremonial.

Lencana jabatan untuk seorang aide-de-camp biasanya adalah aiguillette, sebuah suwiran kain berwarna emas atau warna lainnya, yang dikenakan pada pundak dari sebuah seragam. Apakah itu dipakaikan di pundak kiri atau kanan ditentukan oleh protokol.

aju.dan

⇢ Tesaurus

  • n Mil perwira yang diperbantukan kepada raja, presiden, atau perwira tinggi, biasanya diberi tugas mengurus segala keperluan yang berhubungan dengan pekerjaan raja, presiden, atau perwira tinggi dan sebagainya

– – – – – – –

saya belum pernah memiliki pengalaman menjadi Ajudan Level Pimpinan Tinggi Madya, apalagi setingkat Menteri. Tapi mungkin sharing ini kurang lebih bisa saya gunakan dalam artikel ini.

Menjadi Ajudan mungkin terlihat gagah, keren , dan exclusive (well I never see my self as an exclusive person that time). Tuntutan pekerjaan yang mendampingi pimpinan yang notabene Pimpinan Tinggi, mau tidak mau membuat kita harus terlihat rapih. Jangan sampai malah ketika kita berdiri di dekat Pimpinan terlihat seperti Direktur dan Kecambah layu.

Tak jarang mereka yang di luar ring 1 menganggap menjadi Ajudan adalah tugas yang memiliki banyak previllege. Kemudahan karir , lahan basah (atau becek?), Lingkup kerja yang luas , dan lain sebaginya. Tapi sedikit yang faham (bukan sekedar tahu) bahwa tidak mudah untuk melaksanakan tugas sebagai Ajudan.

  • Pekerjaan yang tidak kenal waktu, Pimpinan sangat jarang sekali bekerja sesuai jam kerja 7.30 to 16.00. Tingginya intensitas beban kerja yang harus diselesaikan oleh Pimpinan, PASTI membuat  jam kerja yang over. Jangan mengharapkan jam kerja yang rutin dan normal selama menajdi Ajudan, it doesnt exist.
  • Harus siap dalam segala kondisi. Istilah yang agak lebay adalah : “hujan terik badai banjir kebakaran macet , kami maju terus”. Pagi Buta atau Malam Kliwon,
  • Tanggap dalam mengatasi kendala dalam pelaksanaan tugas pimpinan. Segala kemungkinan yang membuat rencana kerja yang sudah kita agendakan terancam berubah, perubahan jadwal, kendala sarana prasarana. Perubahan rute jalan dan lain-lain. Kamu harus siap dengan google map, pulsa terisi, batre full, power bank ada, baju ganti, vitamin, 1001 alasan, etoll full, dan lain lain
  • Mampu menjaga rahasia a.k.a Pecah di perut. Berada di dalam lingkaran dalam, akan memberi kita akses untuk mengetahui informasi terbaru terkait tugas pimpinan ataupun hal lainnya yang tidak semuanya bisa dikonsumsi publik. jangan sesumbar karena kamu tahu maka kamu menjadi corong yang menyebarkan keorang-orang.
  • Harus Bisa dipercaya alias tidak panjang tangan. Pimpinan Tinggi notabene memiliki barang atau dana yang lebih besar nilainya dibanding apa yang kita miliki (kecuali lo anak presiden yang nyambi jadi ajudan).  Jangan maling, jangan nilep, jangan penggelapan. Kalau ada yang fitnah, doain aja dia selamat dunia akhirat.
  • Legowo. One time saat menjadi Ajudan  kita akan melakukan salah karena tidak teliti, ataupun lupa (manusia kan, bukan Jin). Kalau Pimpinan mood lagi bagus, kita aman. Kalau tidak, siap-siap kena semprot. Legowo saja, jangan diambil hati, jadikan pembelajaran dalam pelaksanaan tugas selanjutnya (kalo belom dirolling lho ya).
  • Pintar menjaga kesehatan. Intensitas kerja yang tinggi, waktu kerja yang over, harus disupport dengan vitamin, gizi, dan istirahat yang kita harus sempatkan. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak, naekin gampang nurunin susah. Itu soal makanan, kalau soal jabatan : Naik susah turun gampang.
  • Jauh dari narkoba dan hal buruk lainnya. Ga banyak cangcingcong, jangan pakai, titik.
  • Jangan sombong. Kalo ini saya cuma pesan, jangan sombong yah Masnya Mbaknya, Jangan mendongak terlalu tinggi, nanti kesandung lho.

– – – – – – –

Yang sering terlupakan, bahwa Ajudan tidak hanya sekedar mendampingi dan mengurusi kebutuhan pimpinan, kamu harus mampu menyerap ilmu (fotosintesis kalik ah) yang kamu lihat dan dengar selama bertugas. Jangan mau menjadi sekedar Petugas multifungsi belaka. Jadilah Ajudan yang bukan sekedar siap bapak, tapi yang ketika diajak berdiskusi mampu merespond dengan baik, atau bahkan mungkin mengimbangi.

Jangan angkuh sama orang, walau mereka ga ada hubungan sama pekerjaanmu, atau ga menguntungkan. Suatu saat bisa jadi kita yang butuh pertolongan mereka, trus malu untuk minta bantuan karena selama ini kita angkuh. Senyum Sapa Salam ga ada salahnya, jangan karena kita mendampingi pimpinan tinggi lalu merasa angkuh. Jabatan ajudan itu bukan sesuatu yang waw banget kok, jadi jangan serasa artis.

Terakhir, kalau bisa jadilah Ajudan yang ketika masa tugasmu selesai, banyak ilmu bermanfaat yang kamu miliki , dan memiliki skill yang kompeten dalam pekerjaan, bukan sekedar mendapat label “Ajudan yang sebenernya anak kemaren sore tapi gampang naik jabatan”.

Hal yang baik dari pimpinan harus kamu tiru, hal yang buruk jangan kamu tiru apalagi kamu update atau upgrade .

Itu juga kalo lu mau dengerin, kalo ga mau ya jangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s