Puisi : Berhenti di Lidah

Aku ingin mendengarkan kisah,

Tentang bunga merah yang diam- diam mekar di sebuah lembah

Atau  air hujan yang jatuh di padang tandus tak terjamah,

tanpa suara mengalir perlahan menderas

Jatuh mengeluarkan suara lenguhan dalam seluruh pojok ruang dengan keras

 

Aku ingin mendengarkan ratusan kalimat,

Dan paragraf dalam kitab-kitab

Mungkin bisikan, atau nyanyian

Tawa bahkan tangisan

Tapi sebagian cerita bukanlah kisahku

Tak mampu aku bertanya

Karena jawabnya sudah ada dalam raut senyum.

Dalam rentetan kata penuh cerita

melihatmu Bahagia, kufikir sudah cukup dari segalanya

 

Cerita yang kita tulis berdua

berubah pada entah pada halaman dan huruf keberapa

Dalam hati yang hening namun gaduh, ku tulis suara

tak bisa kita atur lajunya cinta”

 

aku ingin mendengar

tapi sudikah kau bercerita ?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s